Baru-baru ini kita baru saja merayakan hari Kebangkitan Nasional, dimana pemerintah merayakannya di stadion Glora Bung Karno dengan acara yang spektakuler. Spektakuler karena acara ini begitu megah dengan ribuan personil baik dari Polri, TNI, Mahasiswa, hingga anak-anak yang mengisi acara tersebut. tapi, ada sesuatu yang kurang saat itu, yaitu rasa nasionalisme itu sendiri yang hilang.
Entah kenapa nasionalisme semakin hari semakin pudar. Contoh sederhana yang bisa kita lihat, adalah rasa merayakan kemerdekaan yang terasa sangat hambar dan tidak bermakna lagi. Kemerdekaan hanya dirayakan seperlunya saja, seperti perlombaan dan kegiatan upacara saja.
Dulu, pada saat saya masih sekolah sekitar 10-15 tahun yang lalu. Lagu Indonesia Raya masih sering sekali terdengar dikumandangkan, tapi sekarang sudah jarang sekali terdengar. Apakah hari Kebangkitan Nasional bisa menjadi modal kita untuk mengembalikan rasa nasionalisme kita yang semakin hilang?
Jawabannya tidak mungkin kalau bangsa ini terus menerus seperti ini. Bangsa ini butuh perubahan, butuh seorang pemimpin yang tegas, butuh idealis yang baik, dan butuh solidaritas yang tinggi.
Ini hanyalah pendapat dari seorang rakyat kecil. Beberapa point yang mungkin harus diubah oleh bangsa ini, yaitu:
Jangan jadikan bangsa ini sebuah kolam uang, tapi jadikanlah bangsa ini sebuah kolam integritas.
Jangan jadikan bendera merah putih sebagai simbol saja, jadikan bendera merah putih sebagai landasan Negara.
Sosialisasikan rasa Nasionalisame ke semua lapisan masyarakat, bisa melalui televisi, iklan, radio, surat kabar, dan lain sebagainya.
Tumbuhkan rasa memiliki Negara sejak dini. Misalkan ajarkan anak-anak mengibarkan dan menghormati Sangsaka Merah Putih setiap hari.
Dan, masih banyak lagi sih yang bisa dilakukan untuk menanamkan rasa Nasionalisme kedalam diri seluruh masyarakat Indonesia.
Ketahuilah bahwa sekarang ini kita sedang dijajah oleh “Egoisme”, sehingga tidak ada rasa solidaritas lagi antar masyarakat.
So, Bangkitlah Indonesiaku, Bangkitlah Bangsaku, Bangkitlah Negeriku.
Filed under: Indonesiaku | Tagged: Indonesiaku